Pertanian modern yang bertumpu pada
pasokan eketernal berupa bahan-bahan kimia buatan (pupuk dan pestisida),
menimbulkan kekhawatiran berupa pencemaran dan kerusakan lingkungan
hidup, sedangkan pertanian tradisional yang bertumpu pada pasokan
internal tanpa pasokan eksternal menimbulkan kekhawatiran berupa
rendahnya tingkat produksi pertanian, jauh di bawah kebutuhan manusia.
Kedua hal ini yang dilematis dan hal ini telah membawa manusia kepada
pemikiran untuk tetap mempertahankan penggunaan masukan dari luar
sistem pertanian itu, namun tidak mebahayakan kehidupan manusia dan
lingkungannya (Mugnisjah, 2001). Pertanian modern dikhawatirkan
memberikan dampak pencemaran sehingga membahayakan kelestarian
lingkungan, hal ini dipandang sebagai suatu krisis pertanian modern.
